Lalu pada 15 Juli 1912, atlet yang dulu berusia 21 tahun itu dijadwalkan untuk berkompetisi di marathon putra. Namun sayangnya, Francisco Lazaro tidak mencapai garis finis.
Dalam persiapan untuk larinya, Francisco Lazaro melakukan tradisi meminyaki kulitnya sebelum pertandingan. Niatnya menggunakan minyak atau lemak tersebut untuk mencegah dirinya berkeringat dan membantu kecepatan serta keluwesan saat berlari.
Namun, tradisi Francisco Lazaro itu tidak membuahkan hasil yang positif baginya. Sebaliknya, minyak tersebut malah berdampak negatif dan membuat suhu tubuhnya lebih panas.
Hal tersebut menyebabkan Francisco Lazaro terjatuh pada satu titik selama lari maraton. Kemudian Lazaro kembali terjatuh di lintasan. Dia telah mencapai jarak 19 mil dan terjatuh, dan tidak sadarkan diri di atas tanah dengan suhu tubuh mencapai 41 °C (105,8°F).
Kru darurat kemudian membawa Francisco Lazaro ke rumah sakit untuk dirawat, tetapi dia tidak pernah sadar dan meninggal keesokan harinya. Adapun, pemenang lomba tersebut adalah Ken McArthur dari Afrika Selatan.
Sementara itu, penyebab kematian Francisco Lazaro kemudian diketahui adalah komplikasi akibat serangan suhu tubuhnya yang panas. Kematiannya dilaporkan sebagai atlet modern pertama yang meninggal di Olimpiade modern.
Sepekan setelah itu, upacara peringatan untuk Lazaro dihadiri oleh 23.000 orang di Stadion Olimpiade. Sekitar $US 3.800 dikumpulkan untuk istrinya, dan kemudian didirikan sebuah monumen Lázaro di titik balik maraton di Sollentuna, Stockholm. Namanya diabadikan di sebuah jalan di Lisbon dan stadion kandang klub sepakbola CF Benfica.
(Admiraldy Eka Saputra)