“Saya tidak terlalu bersenang-senang (saat ini). Tahun pertama di MotoGP adalah yang terbaik, setiap kali saya mengendarai motor saya tahu saya tampil dengan maksimal,” imbuh pembalap berusia 24 tahun tersebut.
Selain itu, masalah keseimbangan juga menghantuinya karena Quartararo kerap merasa hendak terjatuh ketika melakukan manuver di tikungan. Hal ini menyebabkan dirinya kesulitan untuk meraih poin-poin berharga.
"Setiap kali saya memasuki tikungan, saya tidak pernah tahu apakah saya akan keluar dari lintasan. Motornya terlalu agresif dan yang utama, setiap tahun kami kehilangan poin besar,” pungkasnya.
(Reinaldy Darius)