KISAH Marco Bezzecchi yang ingin jadi pembalap setelah membeli helm. Semua itu bermula, ketika Bezzecchi membeli sebuah helm milik seorang pembalap, saat dirinya masih kecil.
Setelah membeli helm, Bezzecchi mulai memupuk mimpinya secara perlahan. Ia pun semakin terpicu, ketika kesempatan untuk menjadi pembalap semakin terbuka.
“Tidak, tidak ada orang di sini (kampung halamann) untuk menjadi terkenal. Yang saya inginkan adalah menjadi pembalap jalanan dan khususnya MotoGP,” kata Bezzecchi dilansir dari Speedweek, Jumat (21/4/2023).
Bezzecchi pun mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah dekat dengan dunia sepeda motor karena ayah dan kakeknya. Akan tetapi, awal mula dirinya berkeinginan menjadi seorang pembalap justru muncul bukan dari ajakan ayah dan kakeknya.
Namun itu terjadi saat ia sedang membeli sebuah helm di toko motor. Ternyata helm tersebut merupakan milik seorang pembalap.
“Ayah saya adalah seorang mekanik, sama seperti kakek saya, jadi saya tumbuh besar dengan hobi sepeda motor. Ketika saya berumur enam tahun saya menginginkan sepeda motor pertama saya. Kami pergi ke toko sepeda motor karena ayah saya membeli skuter dan saya membutuhkan helm sebagai penumpang,” ujar murid Valentino Rossi itu.
“Saya ingin helm tertentu, tetapi pemilik toko mengatakan bahwa helm ini milik anaknya dan dia tidak bisa menjualnya karena dia seorang pembalap. Saya kemudian bertanya kepada ayah saya apakah saya juga bisa balapan, dan begitulah semuanya dimulai,” tambahnya.
Bahkan, Bezzecchi membeberkan pada awalnya dia tak memiliki bakat yang bagus untuk menjadi seorang pembalap motor. Orang tuanya pun tak pernah memaksanya untuk berkarier menjadi seoarang pembalap.