TUNGGAL putri Spanyol, Carolina Marin mengaku tersentuh dengan dukungan, yang mengalir deras dari pencinta bulu tangkis Indonesia. Baginya, ketika ia bermain di Indonesia, seperti sedang bertanding di negara asalnya, Spanyol.
Hal itu ia lontarkan di sela-sela konferensi pers kerja sama antara Carolina dan La Liga. Ia memberi tahu kepada dunia internasional, bahwa pencinta bulu tangkis Indonesia ramah dengannya.
Oleh karena itu, Marin merasa bermain seperti di rumahnya sendiri ketika mentas di Istora Senayan. Menurutnya, momen di mana namanya digaungkan di sana oleh supporter Indonesia menjadi kenangan yang mengesankan.
“Banyak kenangan mengesankan di Indonesia termasuk gelar juara yang saya dapat,” ucap Carolina Marlin di konferensi persi virtual.
“Indonesia selalu membuat saya merasa seperti di rumah sendiri. Masyarakatnya sangat mencintai bulu tangkis,” timpalnya.
Ia pun punya cerita ketika bermain di Indonesia pada 2017 silam. Suporter Indonesia memberikan dukungan kepadanya, meski ia merasa kecewa dengan hasil yang dituainya.
“Kalau tidak salah pada 2017, saya kalah di semifinal melawan pemain China saat di Indonesia, saya marah pada diri saya sendiri karena kekalahan itu,” terangnya.
“Tapi, di sisi lain, saya juga gembira karena semua pendukung di sana (Indonesia), sekitar 7000 orang meneriakkan nama saya,” tambahnya.
Terlepas dari itu, pemain kelahiran Huelva 29 tahun lalu itu tengah mempersiapkan diri untuk tampil di All England 2023. Di kompetisi super 1000 itu, Carolina Marin bakal bersua wakil dari Skotlandia, Kirsty Gilmour. Sementara All England 2023 bakal berlangsung 14-19 Maret 2023 di Utilita Arena, Birmingham.
(Hakiki Tertiari )