"Saya pikir itu wajar. Enea memiliki pengalaman ekstra, timnya telah bekerja sama selama bertahun-tahun dan merupakan tim yang membawa Dovizioso menjadi runner-up dunia,” kata Di Giannantonio dilansir dari Motosan, Senin (12/12/2022).
“Jelas dia mulai dengan ekspektasi yang berbeda dengan saya. Saya berada di tahun pertama saya di MotoGP, jadi ini adalah kategori baru untuk saya dan tim baru tanpa pengalaman MotoGP,” tambahnya.
"Jadi ketika Anda memulai dengan begitu banyak hal yang tidak diketahui, jauh lebih sulit untuk mencapai hasil tertentu, jadi saya santai saja. Bahkan, saya mencoba belajar dari Enea dan apa yang dilakukan di garasinya karena sangat bagus,” imbuh Di Giannantonia.
Kendati demikian, Gresini masih terus percaya dengan pembalap berusia 24 tahun itu meski musim pertamanya di MotoGP tak berjalan mulus. Buktinya, dia diberi kesempatan satu tahun lagi hingga akhir musim 2023 untuk membuktikan diri bisa bersaing di kompetisi balap motor terelite di dunia itu.
Musim depan Diggia tak akan berduet lagi dengan Bastianini dan bakal bertandem dengan Alex Marquez yang didatangkan dari LCR Honda. Sebab, pembalap kelahiran Rimini itu telah dipromosikan ke Ducati Lenovo untuk menemani sang juara MotoGP 2022, Francesco Bagnaia.
(Rivan Nasri Rachman)