JAKARTA – CEO Sepang International Circuit (SIC), Azhan Shafriman Hanif, membicarakan peluang menggelar balapan Formula 1 (F1) selain MotoGP. Dia pun tak menutup kemungkinan itu, meski disadari tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena membutuhkan biaya yang tak sedikit.
Sebagaimana diketahui, Sirkuit Sepang pertama kali menggelar balapan F1 pada musim 1999, berbarengan dengan ajang MotoGP. Akan tetapi, balapan yang dimenangkan Max Verstappen di trek yang berlokasi di Selangor itu pada 2017, menjadi akhir dari perjalanan panjang Sepang dalam kalender F1.
Hal itu disebabkan karena sepinya penonton F1 yang datang langsung ke sirkuit untuk menyaksikan para pembalap jet darat beraksi. Para penggemar F1 di kawasan Asia Tenggara lebih memilih untuk meramaikan balapan di negara tetangga dalam F1 GP Singapura.
Kendati demikian, Azhan menyatakan akhir-akhir ini banyak pertanyaan untuknya mengenai rencana kembalinya balapan F1 ke Negeri Jiran. Pasalnya, F1 telah memblok GP Rusia setelah negara itu melakukan invasi ke Ukraina sehingga ada slot kosong di kalender F1 yang digosipkan bakal diisi lagi oleh GP Malaysia.
Selain itu, F1 juga merencanakan bakal menambah jumlah balapan dalam satu musim menjadi 30 balapan. Alhasil, rumor kembalinya F1 ke Sepang semakin mencuat.
Di samping itu, popularitas F1 yang semakin meroket dibanding MotoGP mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Malaysia untuk kembali menghelat balapan jet darat di Sepang. Akan tetapi, Azhan menegaskan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Jelang MotoGP 2022: CEO Sirkuit Sepang Tak Anggap Sirkuit Mandalika sebagai Kompetitor
Namun, Azhan tak memungkiri bahwa mungkin beberapa tahun lagi F1 GP Malaysia bisa kembali digelar. Namun menurutnya, itu bisa terjadi jika pihaknya punya dana yang besar untuk menggelar balapan jet darat terelite di dunia itu.
“Peluang kembalinya F1 ke Sepang ini sangat sering ditanyakan pada saya. Jawabannya mungkin itu tidak akan kembali dalam waktu dekat, tetapi mungkin pada tahun-tahun yang akan datang," kata Azhan kepada awak media di Kuningan, Jakarta, Rabu (6/7/2022).
"Sebab, sebenarnya Sepang ini memang diperuntukkan untuk F1. Kalau pernah ke sana di depan sirkuit itu ada tulisan 'Sepang F1 Circuit'," imbuhnya