Rupanya, kesalahan fatal dibuat oleh Espargaro. Dia mengira balapan berakhir, dan memelankan kecepatannya. Tidak hanya itu, Espargaro juga sudah mulai melambaikan tangannya kepada penonton.
Martin yang berada di belakangnya sempat mengira kompatriotnya itu mengalami masalah mesin. Maklum, dia menjadi saksi perjuangan Espargaro dalam membesut motornya.
Hal tersebut membuat Martin amat menyayangkan kegagalan Espargaro. Apalagi Espargaro sudah tampil cukup konsisten, usai meraih empat podium secara beruntun.
“Saya mengira mesinnya sudah menyerah. Saya bahkan sampai ikut melepas akselerasi, karena mengira mesin saya juga akan rusak. Sungguh disayangkan, karena ini adalah balapan kandangnya dan banyak penggemar yang datang. Dia kuat dimana saja,” ujarnya.
(Djanti Virantika)