LONDON – Juara kelas berat WBC, Tyson Fury, tanpa ragu menyindir rivalnya, Anthony Joshua, dengan sangat pedas. Dia menyebut Joshua bukan petarung hebat, melainkan galandangan yang tidak berguna.
Komentar pedas itu disampaikan oleh The Gypsy King kepada komentator olahraga asal Amerika Serikat, Max Kellerman. Fury sama sekali tidak menilai Joshua sebagai petinju hebat.
Sindiran pedas Fury berdasarkan kekalahan Joshua dari petinju asal Ukraina, Oleksandr Usyk, ada September tahun lalu. Kekalahan itu membuat Joshua kehilangan gelar kelas berat WBO, IBF, IBO, dan WBA miliknya.
"Jadi, apakah saya pikir dia (Joshua) petarung yang hebat? Tidak. Saya pikir dia gelandangan yang tidak berguna. Kemudian, dia bertarung dengan petinju yang setengah ukurannya dan satu kaki lebih pendek darinya dan dikeluarkan dari kotak,” ujar Fury kepada Kellerman, dilansir dari Mirror, Selasa (8/2/2022).
"Jika Anda berpikir pergi ke pertarungan tinju untuk gelar kelas berat dunia (dan) tidak berusaha untuk menang, ya, saya akan memberinya gelar itu,” sambungnya.
Lebih lanjut, The Gypsy King juga menilai Joshua tidak akan bisa mengalahkan Usyk. Bahkan, Fury menyebut karier tinju Joshua telah berakhir.
“Bagi saya dia adalah gelandangan tua yang tidak berguna dan dia tidak akan bisa melewati Oleksandr Usyk dalam pertarungan berikutnya dan kariernya sudah berakhir,” ucapnya.
“Namun, saya pikir Usyk adalah petinju yang baik, petinju kelas penjelajah yang sangat berbakat, tetapi saya pikir dia tidak hebat dan bisa dipukul,” lanjutnya.
"Saya hanya berpikir dia kecil dan tidak cepat, dia baik-baik saja dan petinju yang layak, dia terlihat seperti Muhammad Ali dibandingkan dengan pria kaku di sana (Joshua),” tambah Fury.
Komentar pedas Fury menunjukkan ketidaksenangannya dengan duel ulang antara Joshua vs Usyk yang akan digelar dalam waktu dekat. Sebab, Fury pun ingin bertarung dengan Usyk untuk merebut gelar WBO, IBF, IBO, dan WBA. Menurutnya, Joshua dan Usyk bisa bertarung kembali jka dia kalah dalam pertarungan melawan salah satu dari mereka sebelumnya.
(Andika Pratama)