VALENTINO Rossi sudah pensiun dari ajang MotoGP pada akhir musim 2021. Dia pun kini mengaku penasaran dengan perasaannya saat kembali ke MotoGP pada tahun ini tanpa melakukan balapan.
Meski sudah pensiun, Rossi memang akan tetap berkecimpung di dunia balap MotoGP. Dia akan kembali bukan sebagai pembalap layaknya dua dekade ke belakang. Kini, dia sebagai pemimpin dari tim debutan, VR46. Dia membimbing rekan-rekannya dan para juniornya di tim ini.
Di tim VR46, Rossi membimbing serta melatih dua pembalapnya di kelas MotoGP, yakni Luca Marini dan rookie Marco Bezzecchi, yang akan memakai motor Ducati. Statusnya kali ini menurutnya adalah momen terbaik dalam kariernya.
BACA JUGA: Resmi! Suzuki Launching Motor Joan Mir dan Alex Rins untuk MotoGP 2022
“Hal terbaik dalam karier saya adalah membawa motor lebih dekat dengan orang-orang yang mungkin tidak tahu apa-apa tentang itu,” ucap The Doctor yang dikutip dari laman Motosan, Sabtu (5/2/2022).
BACA JUGA: Ketimbang di Sepang, Yamaha Anggap Tes Pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Jauh Lebih Penting
Tim ini telah usai menjalani Shakedown Test pertama kalinya di Sirkuit Sepang, Malaysia. Diwakili oleh Bezzecchi, VR46 tampil lumayan dalam tes dua hari ini.
Bezzecchi finis di peringkat enam pada tes di hari pertama dan posisi ketiga di hari kedua. Rossi pun antusias menunggu tes pramusim sebenarnya di sirkuit yang sama pada 5-6 Februari 2022.
Rossi antusias menghadapi babak barunya dalam karier tersebut. Dia penasaran bagaimana perasaannya ketika memimpin timnya pertama kali di balapan sesungguhnya di Qatar pada 6 Maret 2022.
“Saya pikir saya telah melakukan gerakan (memimpin) ini dengan sangat baik. Sekarang mereka melakukan tes pertama di Malaysia, tes pertama yang tidak akan saya lakukan,” ucapnya.
“Kami harus melihat bagaimana perasaan saya di sana, dan terutama pada balapan pertama di Qatar, pada 6 Maret. Tapi saya senang dengan pilihan saya, itu adalah waktu yang tepat,” tandasnya.
“Berpikir sekarang tentang memulai dari awal dan berkeliling dunia dan melakukan 21 balapan selalu dengan kecepatan penuh itu sulit. Aku mulai agak tua,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)