Lin Jarvis Berniat Pensiun dari MotoGP, Alasannya Bikin Tercengang

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis
Jum'at 24 Desember 2021 08:03 WIB
Managing Director Yamaha, Lin Jarvis. (Foto: MotoGP)
Share :

PORTSMOUTH - Managing Director Yamaha, Lin Jarvis mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari dunia MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. Alasan ia mau pensiun karena ternyata Jarvis merasa lelah dan bosan dengan pekerjaannya tersebut, terutama sejak pandemi Covid-19 yang membuat tugasnya menjadi semakin berat.

Meski baru saja menjadi juara bersama Fabio Quartararo, Jarvis menilai bahwa pandemi Covid-19 dinilai menjadi alasan mandeknya prestasi Yamaha dalam beberapa waktu ke belakang.

Letak geografis yang jauh antara Jepang dan Italia membuat pengembangan motor menjadi tidak maksimal. Buntutnya, pada musim 2020, rapor Valentino Rossi dan Maverick Vinales menjadi tidak maksimal karena katup mesin yang rusak.

Baca Juga: Tak Segacor Valentino Rossi hingga Quartararo, Ini Penyebab Vinales Tak Bisa Kembangkan Bakatnya di Yamaha

Sebelum Quartararo menjuarai MotoGP musim 2021, Yamaha memang hanya menjadi penonton. Perekrutan Vinales pun tidak membuahkan hasil apa-apa bagi pabrikan Iwata tersebut.

Yamaha puasa gelar selama lima tahun. Jorge Lorenzo menjadi pembalap Yamaha terakhir yang berhasil menjuarai MotoGP sebelum Quartararo.

Sebab itu, Jarvis mengatakan bahwa dirinya sudah jenuh. Jarvis pun mulai mempertimbangkan untuk undur diri dan mengungkapkan kapan dirinya akan pensiun.

“Saya lelah, pandemi Covid-19 telah memberikan saya banyak pekerjaan tambahan. Di saat yang sama, beberapa kesenangan hilang, Kami tidak bisa pergi ke restoran, ada banyak batasan dan tidak bia mengundang tamu” kata Jarvis dilansir Tuttomotori berdasaran wawancara bersama Motorsport-Total, Jumat (24/12/2021).

Meski begitu, Jarvis masih termotivasi untuk meraih lebih banyak kesuksesan bersama Yamaha. Dirinya ingin menikmati masa-masa kejayaan jelang masa pensiunnya.

“Saya masih termotivasi untuk melakukan pekerjaan saya, tetapi hasil baik adalah kuncinya. Saya masih berumur 64 tahun, dan memiliki empat tahun lagi,” ujarnya.

“Saya pikir target saya adalah mendapatkan 10 gelar,” tambahnya.

Jadi, Jarvis akan berusaha sebaik mungkin membantu Yamaha berjaya lagi di ajang balap MotoGP sebelum dirinya pensiun. Semua itu dilakukan agar Jarvis merasa lega saat meninggalkan Yamaha.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya