MADRID - Pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin, meraih gelar Rookie of the Year 2021. Dia pun membeberkan kunci keberhasilannya di MotoGP 2021.
Sekadar informasi, Martin telah bekerja dengan empat pabrikan, yakni Mahindra (India), Honda (Jepang) di Moto3, KTM (Austria) di Moto2, dan Ducati (Italia) di MotoGP. Setelah bekerja untuk beberapa pabrikan itu, Martin nyaman di keempat pabrikan itu.
Namun, pembalap berusia 23 tahun itu mengaku paling pas dengan kinerja orang-orang Italia di Ducati ketimbang dengan Honda. Padahal, dia menjadi juara di Moto3 bersama tim pabrikan Jepang itu. Martin beralasan kalau orang-orang Italia lebih teliti dalam bekerja dan cepat dalam mencari solusi ketika ada masalah pada motor mereka.
“Saya pikir perbedaan terbesar di pabrik adalah dari mana orang-orang itu berasal. Tergantung pada apakah mereka orang Jepang, Italia atau negara lain," kata Martin, dikutip dari Speedweek, Jumat (24/12/2021).
BACA JUGA: Marc Marquez Tak Kunjung Sembuh, Pengamat MotoGP: Repsol Honda Sudah Hubungi Quartararo dan Joan Mir
"Setelah membela banyak pabrikan. Saya senang bekerja dengan orang-orang di Italia, mereka sangat cepat, selalu punya solusi bagus mungkin. Tapi, tidak selalu pas, tapi cepat dan penting untuk mencoba berbagai hal dan siap untuk situasi apa pun," ucapnya.
Semenrtara itu, selama di Honda, Martin menilai orang-orang Jepang memberikan solusi yang tepat. Akan tetapi, membutuhkan waktu lama untuk mendapatkannya sehingga Martin, yang berasal dari Spanyol, lebih cocok dengan orang-orang Italia.
"Mungkin bakal lebih sulit bekerja dengan orang-orang Jepang karena cara kerja mereka lebih lambat meski gagasannya selalu bagus. KTM punya mentalitas campuran dari keduanya. Akan tetapi, gaya Italia lebih mirip gaya Spanyol, lebih selatan, orang-orangnya sangat hangat dan ini cocok untuk kepribadian saya," tuturnya.
Untuk MotoGP 2022, Martin akan tetap berada di Pramac. Akan tetapi, ia akan berusaha merebut posisi Jack Miller di Ducati Lenovo pada MotoGP 2023. Apalagi, dia berpotensi tampil lebih bagus pada musim depan karena mendapatkan motor dengan spek terbaru, yaitu Desmosedici GP22.
"Kami punya motor spek pabrikan. Mungkin tak 100 persen sama karena jika mesinnya lebih cepat, maka akan diserahkan ke tim pabrikan. Akan tetapi, sasis, fairing, dan lainnya sama. Saya senang membela Ducati karena dukungannya luar biasa. Pabrikan mereka sangat mendorong saya melaju cepat. Saya senang bisa bertahan dengan mereka tahun depan," pungkasnya.
(Andika Pratama)