Di gim kedua, kendali permainan kembali dikuasai penuh Gregoria. Dia menekan dan terus memimpin angka. Interval gim kedua ditutup dengan skor11-4 setelah pukulan dropshot silangnya tak bisa dikembalikan lawan.
Serangan dan variasi yang lebih kaya, mengantarkan Gregoria terus memimpin di gim kedua. Tunggal putri terbaik Indonesia ini mampu bermain lebih cerdik dan cantik. Dia terus mengungguli lawan.
Keunggulan ini mampu dipertahankan terus. Kalaupun lawan bisa mendapat poin, itu lebih karena kesalahan Gregoria. Gregoria pun akhirnya menutup gim kedua dengan 21-14. Indonesia pun memimpin 1-0 atas Jerman.
“Di gim kedua, lawan memang berusaha bangkit. Tetapi perbedaan poinnya terlalu jauh. Saya pun bisa menjaga keunggulan dan bisa menang,” pungkas Gregoria.
(Rachmat Fahzry)