MOTOGP merupakan ajang balap motor paling populer di seluruh dunia. Aksi para pembalap di sirkuit menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang menikmatinya.
Namun, olahraga balap motor memiliki risiko yang sangat besar. Para pembalap bisa mengalami kecelakaan kapan saja karena mereka balapan dalam kecepatan yang sangat tinggi.
Selain risiko cedera fisik ringan ataupun berat, risiko kehilangan nyawa juga mengintai para pembalap. Sejak 1949, tercatat lebih dari 100 pembalap telah meninggal dunia karena kecelakaan di kelas tertinggi balapan motor tersebut.
Berikut adalah lima kecelakaan terparah yang pernah terjadi di era MotoGP:
5. Lorenzo Savadori (Sirkuit Red Bull Ring, Austria)
Lorenzo Savadori terlibat kecelakaan parah dengan Dani Pedrosa dalam MotoGP Styria 2021 pada awal Agustus lalu. Api melahap kedua motor yang dikendarai kedua pembalap tersebut diduga akibat bocornya tangki bensin karena kecelakaan beberapa saat sebelumnya.
Saat itu, tabrakan terjadi di tikungan ketiga, Savadori diduga tidak bisa menghindari motor Pedrosa yang sudah jatuh sebelumnya. Beruntung, kedua pembalap dalam kondisi sepenuhnya sadar dan langsung diamankan.
Setelah itu, Pedrosa dikonfirmasi tidak terluka. Akan tetapi, Savadori mengalami harus menjalani operasi pada pergelangan kaki kanannya yang patah.
Kecelakaan itu pun membuat pembalap Aprilia itu absen beberapa pekan. Dia sempat akan kembali balapan di MotoGP Inggris 2021 akhir pekan lalu, tapi cederanya kambuh pada latihan bebas hari pertama sehingga memaksanya untuk kembali menepi dari sirkuit.
4. Marc Marquez (Sirkuit Chang, Thailand)
Juara MotoGP enam kali, Marc Marquez, mengalami kecelakaan parah pada sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand di Sirkuit Chang pada 4 Oktober 2019. Dia terpental dari motornya dengan kencang dan berguling-guling di gravel tikungan tujuh.
Saat itu, motor RC213V miliknya terlihat rusak parah. Bahkan, ban belakang motornya hanya menyisakan velg saja. Marquez pun dikhawatirkan mengalami cedera parah di bagian leher, punggung, dan panggul kirinya.
Beruntung, pembalap asal Spanyol itu tidak mengalami luka serius. Tidak ada tulang yang patah atau pun retak di tubuhnya. Akan tetapi, dia mengaku sempat tidak bisa bernapas selama lima detik setelah insiden mengerikan itu.
3. Shoya Tomizawa (Sirkuit Misano, San Marino)
Dunia MotoGP juga kehilangan Shoya Tomizawa pada 5 September 2010 karena mengalami kecelakaan di Sirkuit Misano, San Marino. Saat itu, Tomizawa sedang berada di posisi keempat pada lap ke-12.
Ketika di sebuah tikungan bernama Curvone, dia melebar dan kehilangan cengkraman ban belakangnya. Akibatnya, dia terjatuh dan tertabrak dengan kencang oleh Alex De Angelis dan Scott Redding.
Setelah itu Tomizawa langsung dilarikan ke rumah sakit di Riccione, tapi tak lama kemudian dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dia menderita trauma di bagian tengkorak, toraks, dan perutnya. Kematiannya itu diumumkan saat balapan selesai.
2. Daijiro Kato (Sirkuit Suzuka, Jepang)
Pada 6 April 2003, Daijiro Kato mengalami kecelakaan di tikungan terakhir Sirkuit Suzuka atau yang biasa disebut Chicane. Dia terjatuh dan kehilangan kendali motornya, lalu meluncur kencang menabrak ban pembatas.
Alhasil, Kato pun mengalami luka berat di bagian tengkorak dan tulang belakangnya. Setelah dua minggu diberikan perawatan intensif di rumah sakit, pada 20 April 2003, pembalap MotoGP asal Jepang itu meninggal dunia.
Tim investigasi mengungkapkan, bahwa penyebab kecelakaan Kato adalah ketika di tikungan, roda belakangnya tergelincir mendekati 30 persen, kemudian Kato diduga melakukan switchback ke kanan sambil bergerak maju dalam persiapan untuk memasuki chicane.
1. Marco Simoncelli (Sirkuit Sepang, Malaysia)
MotoGP dikejutkan dengan insiden yang dialami oleh Marco Simoncelli, Minggu 23 Oktober 2011. Saat balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, pembalap Italia itu memulai balapan dengan mulus tanpa menemui kesulitan apa pun.
Namun, pada tikungan ke 11 lap kedua, Simoncelli, yang sedang bersaing dengan Alvaro Bautista, kehilangan kendali dan mengarah ke sisi kanan lintasan. Pembalap Tech 3 Yamaha, Colin Edward, yang persis di belakangnya tidak bisa menghindar sehingga kecelakaan fatal itu pun terjadi.
Ketika itu, ban depan motor Edward menghantam tubuh Simoncelli dan membuat kedua pembalap itu meluncur ke bagian pasir di sisi kanan lintasan.
Setelah itu, Edward masih mampu bangkit kembali, sedangkan Super Sic –julukan Simoncelli- terkapar dan tak sadarkan diri dengan helm yang terlepas. Alhasil, pembalap, yang membela Gresini Honda itu, kehilangan nyawanya setelah mendapat luka serius di kepala, leher, dan dadanya.
Dalam kecelakaan itu, Valentino Rossi disebut juga sempat menghantam tubuh Simoncelli. Akan tetapi, kebanyakan orang berpendapat dia bisa menghindari Simoncelli dan Edward yang ada di depannya.
Sekarang, nama Simoncelli diabadikan menjadi nama sirkuit di San Marino, yaitu Misano World Circuit Marco Simoncelli.
(Andika Pratama)