"Dengan Ducati, Anda harus agresif, terkadang Anda harus gila. Itulah yang saya coba lakukan. Tapi saya tidak mendapatkan referensi dari mana Jorge mengerem. Saya terlambat mengerem,” jelas pembalap berjuluk The Top Gun itu.
"Saya benar-benar terpaku padanya. Untuk menghindari menyentuhnya, saya langsung pergi dan dari sana saya kehilangan podium. Tapi tidak, dengan semua yang saya senangi,” sambung Vinales.
Meski gagal podium, namun Vinales menilai motor balap Yamaha masih bisa menjadi lebih baik lagi. Itulah mengapa The Top Gun memandang datangnya balapan seri berikutnya dengan rasa percaya diri.
“Potensinya ada di sana. Saya merasa hebat. Saya pikir tim sedang bekerja dengan cara yang benar. Sekarang saatnya saya untuk memperbaiki diri," pungkas Vinales.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)