DOHA – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, tidak bisa melupakan balapan MotoGP Doha 2021 yang berlangsung akhir pekan lalu begitu saja. Sebab, ia masih terngiang-ngiang dengan perjuangannya melawan para pembalap Ducati.
Dalam balapan yang dihelat di Sirkuit Losail, Qatar, tersebut Vinales sebenarnya tidak memulai dengan baik. Vinales yang menjadi pemenang pada seri perdana MotoGP 2021, justru harus terlempar keluar 10 besar dalam balapan kedua ini.
Baca juga: Baru Lakoni Dua Seri Balapan, Valentino Rossi Tak Mau Disebut Gagal
Kendati demikian, Vinales mampu bangkit dan mengejar ketertinggalannya. Ia bahkan sempat berduel untuk memperebutkan posisi ketiga dengan pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin, yang hampir di sepanjang balapan berada di depan.
Sayangnya, Vinales harus kalah dalam pertarungan melawan Jorge Martin dan harus puas finis kelima. Meski begitu, Vinales menerangkan bahwa bukan hal yang mudah untuk bisa menyaingi para pembalap Ducati, utamanya di Sirkuit Losail.
Baca juga: Telat Ubah Set-up Bikin Valentino Rossi Memble di MotoGP Doha 2021
Pada sektor terakhir Sirkuit Losail pasalnya terdapat trek lurus panjang yang menjadi keunggulan motor balap Ducati, Desmosedici. Maka dari itu, untuk bisa mengimbangi kecepatan mereka, Vinales merasa dituntut untuk tampil menggila.
"Itu bukan masalah cengkeramannya. Saya sering memaksa motornya. Pada tiga lap terakhir, saya menuntut terlalu banyak dari motor Yamaha. Lain kali saya akan lebih lembut seandainya memang saya perlu melawan,” aku Vinales, dinukil dari Crash, Selasa (6/4/2021).