Zahran dan Zahira mulai tertarik untuk berlatih karate sejak usia empat tahun dengan berawal dari sosok ayah yang sekaligus pelatih untuk mereka. Kondisi ini membuat Zahran dan Zahira menjadi lebih bersemangat dalam menggeluti dunia olahraga karate.
“Sejak umur empat tahun (mulai menggeluti dunia karate) gara-gara ikut ayah ngajar, dari ikut-ikut kita ikut latihan,” ujar Zahran.
“Kami latihan selama sekira dua bulan. Kami latihan untuk pertandingan dunia di Brasil tahun 2020. Pelatih kita ayah kita sendiri. Latihannya seminggu bisa tiga kali,” tambah Zahira.
“Kalau cita-citaku (Zahran) bekerja menjadi TNI, kalau aku (Zahira menjadi) Polwan. Harapan ke depannya ya ingin terus berprestasi, membanggakan orang tua dan mengharumkan nama Indonesia,” tutup kakak beradik atlet cilik itu.
(Ramdani Bur)