“Itu seharusnya pertemuan teknis. Ada berbagai ide, friksi, dan kami ingin bertemu dengan semua teknisi. Jadi itu dimulai seperti pertemuan teknis, tetapi berakhir dengan semacam pertengkaran di antara kami berdua,” beber Dovizioso, dinukil dari Speedweek, Minggu (10/1/2021).
“Saya tidak yakin bagaimana menjelaskannya, tapi Gigi merasa dipukul, diserang. Dari sudut pandang saya, itulah saat dia menutup pintu. Tapi dia melakukannya dengan diam,” lanjut pembalap berpaspor Italia tersebut.
Dovizioso sejatinya juga sempat dibuat kesal karena merasa difitnah, Sebab, Dall’Igna mengatakan bahwa Dovizioso sudah kehilangan motivasinya sebagai pembalap. Padahal, Dovizioso masih ingin bertarung memperebutkan gelar juara.
“Dan apa yang dia katakan sekarang menegaskan hal itu. Namun, pada tahun 2020, motivasi saya dibahas. Sekarang kami tahu bahwa itu tidak benar," tandas Dovizioso.
(Ramdani Bur)