SELANGOR – Pandemi Covid-19 yang belum usai berpotensi mengganggu jalannya Tes Pramusim MotoGP 2021 di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia. Agar berjalan lancar, para stakeholder MotoGP kini berusaha merancang protokol khusus.
Perlu diketahui, Sirkuit Internasional Sepang sudah menjadi lokasi tes pramusim selama empat tahun terakhir. Arena yang terletak di seberang Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) itu disebut sangat pas untuk mengetes paket motor MotoGP.
Sayangnya, rencana menggelar tes pramusim untuk MotoGP 2021 terancam akibat kebijakan ketat dari Pemerintah Malaysia. Untuk saat ini, setiap pendatang dari luar Malaysia diwajibkan menjalani karantina mandiri minimal selama tujuh hari.
Baca juga: Valentino Rossi Sudah Punya Amunisi untuk Sukses di MotoGP 2021
Setelah selesai menjalani karantina, pendatang wajib dinyatakan negatif Covid-19 sebelum bisa bepergian dengan bebas di Negeri Jiran. Aturan tersebut jelas berpotensi menghambat jalannya Tes Pramusim MotoGP 2021 yang rencananya berlangsung 19-21 Februari mendatang.
Dilansir dari Motorsport, Kamis (31/12/2020), stakeholder MotoGP tengah mengupayakan agar semua yang terlibat pada tes pramusim mendapat kelonggaran. Dorna Sports, IRTA, dan Razlan Razali yang merupakan eks CEO Sirkuit Internasional Sepang, sedang berkolaborasi dengan Pemerintah Malaysia.
Hal itu dimaksudkan agar semua yang terlibat dalam Tes Pramusim MotoGP 2021 dikecualikan dari aturan karantina wajib. Sistem gelembung yang diterapkan oleh MotoGP pada semua seri sepanjang musim lalu, diyakini akan kembali diberlakukan di Malaysia.