Kepercayaan Diri Joan Mir Muncul
“Saya percaya diri dapat bersaing meraih gelar juara dunia pada musim ini. Saya awalnya tak terlalu memperhatikan karena masih ada banyak poin yang tersisa. Tetapi, saya rasa tidak salah mengatakan bahwa kami sudah setengah jalan,” ungkap Mir di pertengahan musim 2020, seperti yang diwartakan The Race.
Usahanya pun tampak berbuah manis. Usai merebut tiga podium beruntun, ia mencatatkan hasil yang fantastis kembali. Dia merebut dua kemenangan beruntun, yakni di seri Aragon dan Teruel.
Hasil itu pun membawa Mir naik ke posisi puncak di klasemen sementara. Ia bahkan unggul hingga 14 angka dari Fabio Quartararo yang namanya paling difavoritkan menjuarai MotoGP 2020.
Peluang untuk menjuarai MotoGP 2020 pun semakin dekat di genggaman Mir. Sebab, usai MotoGP Teruel 2020, hanya tinggal tersisa tiga balapan lagi di musim ini. Tetapi, ada saja pandangan yang menganggap Mir tak pantas menjadi juara karena belum memetik satu kemenangan di musim 2020.
Mendapati situasi tersebut, Mir langsung memberikan jawaban di MotoGP Eropa 2020. Penantiannya akan kemenangan terbayarkan karena dirinya merebut hal tersebut di sana. Mir pun merasa bisa lebih tenang jika menyegel gelar juara.
Benar saja, di seri ke-13 MotoGP 2020 yang bertajuk GP Valencia, ia mengunci gelar juara. Kesuksesannya bak sebuah kejutan besar. Ia benar-benar menjadi definisi from zero to hero.
Pencapaian manis Mir di MotoGP 2020 pun telah membuatnya Suzuki menghentikan puasa gelar juaranya yang sudah berlangsung cukup lama di kelas premier. Terakhir kali, Suzuki merebut gelar juara pada 2000 lewat penampilan Kenny Roberts Jr.
Mir benar-benar membuat gelaran MotoGP 2020 dipenuhi kejutan. Sebab, dalam 10 tahun terakhir, gelar juara didominasi oleh Jorge Lorenzo (2010, 2012, dan 2015), Casey Stoner (2011), serta Marc Marquez (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019).
Bagi Mir, ini bukan gelar juara pertamanya di ajang balap motor grand prix. Sebelumnya, ia telah merebutnya di kelas Moto3 pada 2017. Tak ayal, dirinya langsung disandingkan dengan Marquez dan Valentino Rossi karena mampu mengoleksi dua gelar juara di lima musim awalnya berkarier di ajang grand prix.
Meski telah menuai kesuksesan besar, pandangan meremehkan soal gelar juara Mir tetap saja berdatangan. Ia dinilai hanya sekadar aji mumpu untuk menjuarai MotoGP 2020. Sebab, tak ada peran Marquez di sepanjang musim ini yang membuat persaingan dinilai menjadi lebih mudah.
Hanya waktu yang akan membuktikan apakah gelar juara Mir sekadar aji mumpung atau benar berkat bakatnya yang gemilang. Mir sendiri bertekad mempertahankan gelar juaranya ke musim depan, meski dipastikan bakal sulit karena Marc Marquez akan kembali.
(Fetra Hariandja)