Kaleidoskop 2020: Joan Mir, sang Juara MotoGP 2020 yang Tak Pernah Diduga

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 24 Desember 2020 10:18 WIB
Joan Mir juara dunia MotoGP 2020. (Twitter/@JoanMirOfficial)
Share :

GELARAN lomba balap motor paling bergengsi, MotoGP, pada tahun ini bisa dibilang penuh dengan kejutan. Mulai dari musim yang sempat terganggu akibat merebaknya virus corona, hingga munculnya juara baru, yakni Joan Mir.

Tak ada yang pernah memperkirakan bahwa rencana Dorna Sports sebagai promotor MotoGP untuk menggelar 20 balapan di musim ini bisa terganggu. Sebab, di akhir musim 2019, optimisme tinggi masih dirasakan seluruh pihak. Antusiasme pun terlihat jelas dari diri pembalap hingga tim untuk menyambut beberapa seri baru.

Tetapi, merebaknya Covid-19 secara global telah mengacak-acak kalender balap MotoGP 2020 yang telah disusun. Sejumlah seri akhirnya ditunda hingga dibatalkan.

Pada 11 Juni, kerja keras Dorna Sports, IRTA (Asosiasi Tim-Tim MotoGP), hingga tentu saja para pembalap telah membuahkan kalender baru MotoGP 2020. Dari 20 balapan yang direncanakan di awal, MotoGP 2020 hanya menyisakan 14 seri. Seluruhnya digelar di Eropa

Meski ada banyak perubahan yang terjadi dalam penyelenggaraan MotoGP 2020, soal prediksi juara, tak ada yang berubah. Nama-nama pembalap top, dari Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Fabio Quartararo, hingga Maverick Vinales, paling dijagokan menjadi juara.

Kejutan Joan Mir


Tak ada satu pun suara yang menggaungkan nama pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, untuk menjadi juara. Sekalipun menjagokan pembalap dari tim Suzuki, yang mencuat tentu saja nama rekan setim Mir, yakni Alex Rins.

Sebab, Rins berhasil tampil apik di sepanjang gelaran MotoGP 2019 hingga menyabet kemenangan perdana di kelas MotoGP. Tetapi, bencana yang dialami Rins di awal musim telah merusak harapan Suzuki untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Mengalami kecelakaan tunggal di sesi kualifikasi MotoGP Spanyol 2020 yang menjadi seri pembuka musim ini, Rins pun didera dislokasi bahu. Kondisi ini membuat Rins absen di seri perdana. Meski sudah comeback di seri kedua, performanya belum bisa kembali impresif seperti biasanya.

Dengan kondisi ini, Suzuki yang tinggal menyisakan Joan Mir tampak semakin terpinggirkan dari perebutan gelar juara MotoGP 2020. Sebab, Joan Mir masih tampak kesulitan pada musim lalu hingga momen debutnya itu berujung kurang manis.

Tetapi, gebrakan besar nyatanya diberikan Joan Mir. Pembalap kelahiran Mallorca 1 September 1997 itu menghadirkan kejutan besar. Di balapan seri kedua yang bertajuk MotoGP Andalusia 2020, ia sudah bisa finis di lima besar.

Kejutan yang besar pun baru benar-benar hadir di seri keempat. Tampil di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Mir tanpa disangka-sangka bisa bersaing memperebutkan podium. Ia finis di urutan kedua dengan catatan waktu yang terpaut 1,377 detik dari Dovizioso yang keluar sebagai pemenang.

Dari situ, sosoknya mulai diperhatikan. Tetapi, beberapa pihak masih belum memperhitungkan Joan Mir dalam perebutan gelar juara karena bisa jadi raihan podium itu hanya faktor kebetulan semata.

Bak menjawab pandangan remeh publik, Mir bisa secara tiga kali beruntun menempati podium. Hal itu terjadi di MotoGP San Marino, Emilia Romagna, dan Catalunya. Di San Marino, Mir finis di posisi ketiga, sementara dua balapan lainnya diakhiri di urutan kedua.

Perlahan, kebolehan Mir mulai dibicarakan. Terlebih soal hasil di MotoGP Emilia Romagna 2020. Pasalnya, dalam balapan tersebut, Mir diketahui hanya memulai dari urutan ke-11 di starting grid. Tetapi, ia membuktikan bahwa posisi start bukanlah penentu hasil akhir.

“Aksi yang luar biasa dari Joan Mir! Sekali lagi, dia melakukan pekerjaan dengan baik. Anda dapat melihat bahwa dia memulai balapan dengan berada jauh ke belakang,” sanjungan Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, usai MotoGP Emilia Romagna 2020, seperti disadur dari laman resmi Tim Suzuki.

Dari situ, posisi Mir di klasemen perlahan mulai terdongkrak. Usai MotoGP Emilia Romagna 2020, pembalap berusia 23 tahun itu menempati urutan keempat di klasemen dengan koleksi poin 80 angka.

Absennya Marc Marquez dalam banyak balapan di MotoGP 2020 pun telah membuat persaingan perebutan gelar juara lebih terbuka untuk para pembalap, termasuk Joan Mir. Peluang inilah yang perlahan tampak mulai dimanfaatkan oleh Mir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya