MADRID – Petenis putra asal Spanyol, Rafael Nadal, ikut berduka dengan kepergian Diego Maradona. Ia pun memiliki momen bersama dengan legenda sepakbola Argentina tersebut saat saling bertemu dan berbicara pada sebuah turnamen tenis.
Melalui akun Instagram-nya, Nadal mengenang perjumpaannya dengan Maradona pada 2010. Saat itu, Maradona dan Nadal bertemu di ATP World Tour Finals 2010 yang berlangusng di London, Inggris.
Baca juga Ikut Berduka, Khabib Nurmagomedov Taruh Hormat kepada Diego Maradona
Keduanya pun terlibat dalam pembicaraan serius seperti yang terlihat dalam video unggahan Nadal di Instagram. Pada keterangannya pun, ia menuliskan bahwa tidak akan melupakan sosok Maradona dan momen tersebut.
“Kami tidak akan pernah melupakanmu. RIP Diego Maradona,” tulis Nadal dalam unggahannya di Instagram, Kamis (26/11/2020).
Sementara pada akun Twitter-nya, Nadal juga mengungkapkan dukacita yang mendalam atas kepergian Maradona. Petenis berusia 34 tahun itu meraa kehilangan dan tak ragu menyebut Maradona sebaagi salah satu atlet terhebat di dunia.
“Saat ini dunia olahraga pada umumnya dan terutama sepakbola tengah merasa kehilangan,” ungkap Nadal dalam akun Twitter-nya.
“Maradona adalah salah satu atlet terhebat dalam sejarah. Apa yang ia lakukan di sepakbola tetap hidup,” sambungnya.
“Ketulusan dan belasungkawa saya untuk keluarganya, dunia sepakbola dan semua orang Argentina,” lanjutnya.
Hoy el mundo del deporte en general y el fútbol en particular tiene un vacío. Se nos fue #Maradona uno de los deportistas mas grandes de la historia. Queda lo que hizo en el fútbol. Mi mas sincero y sentido pésame a su familia, al mundo del fútbol y a toda la Argentina ð¦ð·
— Rafa Nadal (@RafaelNadal) November 25, 2020
Pada Rabu 25 November 2020 malam WIB, suasana duka pun menyelimuti dunia sepakbola setelah Maradona mengembuskan napas terakhir. Legenda sepakbola Argentina itu meninggal dunia karena serangan jantung.
Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun. Pada usia yang sudah setengah abad lebih 10 tahun itu, Maradona memang tak berada dalam kondisi yang sehat atau baik-baik saja. Sebelum meninggal, ia juga sempat menjalani operasi untuk hematoma subdural pada awal November 2020.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)