Joan Mir Tidak Merasa Tertekan sebagai Calon Juara Dunia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 09 November 2020 19:16 WIB
Joan Mir mengelilingi sirkuit membawa bendera Spanyol (Foto: Suzuki Racing)
Share :

VALENCIA – Memimpin klasemen sementara MotoGP 2020 dan sudah di ambang gelar juara dunia tidak membuat Joan Mir merasa tertekan. Menurutnya, tekanan dirasakan oleh orang-orang yang kesulitan membayar sewa rumah dan membeli makanan di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Rasa penasaran Joan Mir akan podium tertinggi di kelas premier akhirnya tuntas. Kemenangan pada MotoGP Eropa 2020, Minggu 8 November malam WIB, berarti ganda buatnya. Selain pecah telur, posisinya di puncak klasemen semakin kukuh.

Hingga seri ke-12, Joan Mir sudah mengumpulkan 162 poin. Pria asal Spanyol itu kini memimpin 37 angka dari rekan setimnya, Alex Rins, dan Fabio Quartararo. Kedua pembalap itu mengoleksi jumlah poin yang sama, yakni 125.

Baca juga: Brivio Bersyukur Joan Mir Pilih Suzuki ketimbang Honda

Berada di puncak dengan dua seri terakhir tentu meningkatkan tekanan bagi Joan Mir. Namun, ia justru menepisnya. Pria berusia 23 tahun itu malah menyebut tekanan dirasakan oleh orang-orang di luar sana yang terkena dampak pandemi.

“Sepertinya kami sudah menunjukkan, tekanan bukan masalah besar buat kami. Tentu saja, kami memiliki tekanan. Kami bermain-main dengan hidup dan harus fokus dengan apa yang kami lakukan. Saya tidak merasa tekanan itu,” ujar Joan Mir, melansir dari Crash, Senin (9/11/2020).

“Tekanan sesungguhnya berada di pundak orang-orang yang kesulitan membayar sewa hunian karena kondisi seperti ini, dan mereka yang tidak bisa selalu membawa pulang makanan,” sambung pembalap bernomor motor 36 itu.

Ketika ditanya soal peluang meraih gelar juara dunia, Joan Mir juga tidak terlalu jemawa. Andai mampu menjadi juara dunia pada 2020, maka akan menjadi sesuatu yang spesial. Jika gagal pun, musim ini sudah berlangsung sangat bagus buatnya.

“Pada akhirnya, kami cukup beruntung karena ini adalah pekerjaan kami. Jika saya menang tahun ini, tentu akan sangat bagus. Namun, jika saya tidak juara, maka ini tetap sebuah tahun yang bagus buat saya,” sambung pria kelahiran Mallorca itu.

Dengan selisih 37 poin, maka peluang Joan Mir untuk menjadi juara dunia terbuka lebar. Pada seri berikutnya, MotoGP Valencia 2020, juara dunia Moto3 2017 itu bahkan tidak perlu ngotot untuk meraih kemenangan. Ia hanya perlu finis ketiga dengan catatan Fabio Quartararo atau Alex Rins menang.

Tambahan 16 angka sudah cukup untuk mengunci gelar juara dunia pertama di kelas premier untuk Joan Mir. Andai situasinya tidak seperti itu, yang penting Joan Mir harus menjaga selisih poinnya tidak kurang dari 26 usai GP Valencia pekan depan.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya