VALENCIA – Harapan Fabio Quartararo untuk menjadi juara dunia MotoGP 2020 menipis. Itu terjadi setelah Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT tersebut finis di peringkat 14 pada MotoGP Eropa 2020, Minggu 8 November malam WIB. Meski begitu, ia enggan untuk menyerah.
Seri ke-12 Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 berubah menjadi petaka bagi Fabio Quartararo. Alih-alih mempersempit selisih 14 angka dengan pemuncak klasemen, Joan Mir, dirinya malah hanya menambah dua angka ketika sang pesaing berhasil memenangi lomba.
Petaka sudah terjadi pada putaran pertama balapan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Fabio Quartararo terjatuh ketika melibas tikungan karena bereaksi saat melihat pembalap di depannya, Aleix Espargaro, tergelincir dari motor.
Baca juga: Hanya Sekali Menang, Joan Mir Bakal Jadi Juara Dunia MotoGP Paling Minimalis
Beruntung, Fabio Quartararo bisa bangkit dan melanjutkan balapan. Ia sedikit terbantu dengan jatuhnya beberapa pembalap di depan sehingga bisa finis di posisi 14 dan menambah dua angka. Pun begitu, harapannya menjadi juara dunia bisa dikatakan sudah hilang.
Kemenangan di Valencia menambah raihan poin Joan Mir menjadi 162. Ia unggul 37 poin dari Fabio Quartararo dengan dua balapan tersisa. Pembalap asal Prancis itu mengakui, kesalahan fatal tersebut membuat peluang juaranya melayang.
“Hari ini, memang segalanya akan sulit, tetapi saya sungguh sedih. Saya begitu kecewa, tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan,” ujar Fabio Quartararo selepas balapan, dikutip dari Speedweek, Senin (9/11/2020).
Mengejar selisih dengan Joan Mir memang berat. Namun, pembalap berjuluk El Diablo itu masih bisa mempertahankan posisi dua hingga akhir musim. Fabio Quartararo kini bersaing ketat dengan rekan setim Joan Mir, Alex Rins, yang sama-sama mengoleksi 125 poin.
“Kejuaraan Dunia belum berakhir. Namun, kami sekarang akan fokus pada hal-hal lain dan berusaha mengamankan posisi dua,” tukas pembalap berusia 21 tahun itu.
Sekali pun mengoleksi poin yang sama, Fabio Quartararo tetap berhak menduduki peringkat dua di atas Alex Rins. Sebab, pembalap bernomor motor 20 itu sudah mengoleksi tiga kemenangan, sedangkan rivalnya hanya sekali.
Sayangnya, tiga kemenangan itu gagal mengantarkan Fabio Quartararo kepada raihan gelar juara dunia. Sempat memimpin di puncak klasemen, capaian itu gagal dipertahankan akibat inkonsistensi performa.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)