Terlebih, Dovizioso sendiri mampu tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap terbaik di Tim Ducati pada MotoGP musim ini dengan berada di puncak klasemen sementara. Meski Dovizioso sendiri kurang begitu mengesankan di MotoGP 2020.
“MotoGP bukan balap mobil, di mana Anda duduk dan Anda hanya punya beberapa elemen tertentu seperti setir, rem, dan gas. Motor berbeda, posisi rider bisa berubah setiap kali motornya bergerak,” jelas Stoner, seperti disadur dari GPOne, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga: Dovizioso Alihkan Fokus ke MotoGP Catalunya 2020
“Jadi, jika mereka punya pembalap yang sangat baik menyediakan info macam itu seperti Andrea, harusnya mereka mendengarkannya. Ini hal besar yang bikin Andrea tak senang. Bertahun-tahun mereka hanya memikirkan data, semua hanya soal mesin dan aerodinamika,” lanjutnya.
“Semua diputuskan oleh satu pihak. Ducati sangat dekat dengan kata ‘fantastis’, tapi selalu kehilangan satu hal fundamental, dan itu adalah performa menikung. Padahal itu hanya bisa didapatkan dari pembalap dan performa sasis,” tuntas pria berjuluk The Kuri-Kuri Boy tersebut.
(Ramdani Bur)