Dengan adanya kasus ini, Djokovic pun menerima banyak kritik, termasuk dari rekan-rekan seprofesinya. Menyikapi kondisi tersebut, peraih 17 gelar juara Grand Slam itu tak merasa menyesal.
Petenis asal Serbia itu merasa dirinya bukan menjadi satu-satunya pihak yang harus disalahkan. Sebab, ada maksud baik yang diusungnya saat menggelar turnamen itu. Karena itu, jika ditanya apakah kapok menggelar turnamen tersebut, ia dengan tegas menjawab tidak dan justru ingin mengadakannya lagi jika memiliki kesempatan.
“Saya tidak berpikir telah melakukan sesuatu yang buruk. Saya merasa kasihan kepada orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Tetapi, apakah saya merasa bersalah atas siapa pun yang terinfeksi sejak saat itu di Serbia dan Kroasia? Tentu saja tidak,” ujar Djokovic, sebagaimana dikutip dari Irish Times, Jumat (21/8/2020).
“Bagaimana Anda bisa menyalahkan satu orang untuk segalanya? Kami mencoba melakukan sesuatu dengan niat yang benar. Ya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara berbeda, tetapi apakah saya akan selamanya disalahkan karena melakukan kesalahan?” lanjutnya.
“Jika saya memiliki kesempatan untuk menggelar Adria Tour lagi, saya akan melakukannya. Ini seperti perburuan penyihir," tukas Djokovic.
(Ramdani Bur)