SILVERSTONE – Prinsipal Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, mengakui banyak yang iri kepada timnya. Dominasi The Silver Arrow di Formula One (F1) sejak 2014, membuat segala tindak tanduk tim selalu diperhatikan oleh para pesaing, bahkan dijadikan sasaran tembak.
Seperti diketahui, Mercedes AMG Petronas mendominasi F1 sejak era mesin hibrida pada 2014. Tim yang berbasis di Brackley, Inggris, itu menyapu bersih gelar ganda, juara dunia pembalap dan konstruktor, dalam enam musim beruntun.
Tentu saja, dominasi Mercedes AMG Petronas sempat mendapat gangguan berarti pada F1 2018 dari Scuderia Ferrari. Sayangnya, mereka tetap keluar sebagai juara. Dominasi tersebut terus berlanjut hingga tiga seri perdana F1 2020.
Baca juga: Jelang F1 GP Inggris 2020, Wolff: Tak Boleh Ada Kesalahan Sekecil Apa pun
Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas bergantian menjadi pemenang dari tiga seri perdana tersebut. Memasuki balapan keempat, keduanya kembali menguasai dua posisi start terdepan di F1 GP Inggris 2020. Tentu saja, dominasi itu membuat sebal para rivalnya.
Toto Wolff mengatakan, dominasi semua tim atau klub olahraga selalu bisa runtuh karena mereka cepat puas. Untuk saat ini, Mercedes memang memiliki sebuah tim yang kuat. Akan tetapi, itu bukan jaminan di masa depan.
“Ketika Anda melihat sebuah tim olahraga yang tadinya mendominasi lalu jatuh, biasa terjadi karena terlalu cepat puas. Untuk saat ini, kami memiliki tim yang kuat. Kami memiliki kesamaan nilai dan tujuan. Namun, ini bukan jaminan,” papar Toto Wolff, dikutip dari Crash, Minggu (2/8/2020).