"Saya tidak akan pernah berpikir suatu hari mencapai Kejuaraan Dunia. Bagi saya itu terasa terlalu besar, bahkan pada tahun-tahun itu. Ada Capirossi, Melandri, dan Valentino yang tiba di Kejuaraan Dunia dengan usia masih sangat muda, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya," ujar Dovizioso, mengutip dari Tutto Motori Web, Rabu (15/7/2020).
Meski kini Dovizioso telah berstatus sebagai pembalap bintang, namun pria asal Italia itu enggan bersikap jemawa. Menurutnya, ia masihlah orang biasa. Sedangkan yang membuatnya terlihat sebagai bintang adalah televise karena terus-menerus menyorotnya dan membicarakannya.
"Televisi membuat Anda menjadi bintang, tetapi kami adalah orang normal. Sebagai anak-anak, setiap akhir pekan kami menggunakan sepeda mini dengan orang tua kami yang menghabiskan uang dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Orang tidak boleh lupa asal-usulnya,” jelas Dovizioso.
(Ramdani Bur)