SPIELBERG – Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, tidak menyangka akan mengakhiri balapan Formula One (F1) GP Austria 2020 pada posisi dua. Menurutnya, hasil tersebut terasa seperti kemenangan melihat buruknya performa mobil SF1000.
Musim kelabu seakan membayangi Scuderia Ferrari ketika performa mobil SF1000 tidak sesuai harapan pada pekan balapan perdana F1 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg. Charles Leclerc selaku pembalap dengan posisi tertinggi, hanya bisa mengakhiri kualifikasi di peringkat tujuh.
Baca juga: Menengok Tradisi Baru Podium F1 di GP Austria 2020
Memulai balapan dari posisi tujuh jelas bukan sesuatu yang diinginkan pembalap berkebangsaan Monako tersebut. Beruntung, sepanjang 71 putaran, Charles Leclerc mampu mengeluarkan kemampuannya yang terbaik.
Dua manuver krusial dibuat pembalap berusia 21 tahun itu pada 10 putaran terakhir lomba. Leclerc sukses menyalip Lando Norris untuk mengamankan posisi empat, lalu menjadikan Sergio Perez korban berikutnya untuk merebut peringkat tiga.
Penampilan hebat itu mengantarkan Charles Leclerc finis ketiga di belakang duo Mercedes AMG Petronas, Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton. Namun, pembalap yang namanya disebut terakhir mendapat hukuman tambahan waktu lima detik sehingga secara resmi finis di posisi empat.
“Saya sungguh bahagia. Ini terasa seperti kemenangan. Kami tidak mengharapkan hasil ini sebetulnya. Sebuah kejutan, tetapi dalam sisi positif. Menurut saya, kami melakukan segalanya dengan sempurna untuk finis kedua,” tutur Charles Leclerc, seperti dimuat Motorsport, Senin (6/7/2020).
Pembalap bernomor mobil 16 itu mengakui Ferrari sedikit beruntung dengan hukuman penalti Lewis Hamilton serta banyaknya pembalap yang gagal finis. Belum lagi, tiga kali periode safety car membuatnya bisa menjalankan strategi dua kali mengganti ban tanpa kehilangan banyak waktu.
“Kami sedikit beruntung, tentu saja, dengan penalti Lewis juga beberapa insiden. Tujuan kami adalah mengambil setiap kesempatan, meski kami tidak punya kecepatan untuk finis kedua. Masih banyak yang harus dikerjakan,” imbuh rekan setim Sebastian Vettel itu.
Hasil tersebut mengulangi pencapaian Charles Leclerc pada F1 GP Austria 2019 di mana dirinya finis pada posisi dua di belakang Max Verstappen. Mantan pembalap Sauber itu kini mengoleksi 18 poin, atau terpaut tujuh angka dari pemimpin klasemen Valtteri Bottas.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)