“Ada perbedaan besar. Di Moto2 Anda terbiasa sampai akhir di hari pertama. Tetapi sampai Anda terbiasa dengan itu di MotoGP, itu mengesankan Anda setiap kali Anda mengemudi,” ungkap Quartararo, menyadur dari Motorsport Total, Rabu (1/7/2020).
“Ini bukan soal mengemudi pada 340 km/jam, tetapi berakselerasi dari 80 km/jam menjadi 250 hampir tidak ada apa-apa. Saya berharap kemajuan saya akan terus tumbuh begitu cepat, tetapi saya pikir itu tidak mungkin. Saya belajar di setiap seri Grand Prix,” lanjut Quartararo.
(Ramdani Bur)