NOALE – CEO Tim Aprilia Gresini, Massimo Rivola, tengah mengkhawatirkan nasib pembalapnya, Andrea Iannone, yang tengah terseret kasus doping saat ini. Sebab, sampai saat ini, kepastian soal nasib Iannone dalam ikut serta di perlombaan MotoGP belum bisa diketahui.
Iannone diketahui kini tengah terseret kasus doping lantaran tes yang dilakukan di MotoGP Malaysia 2019 menyatakan dirinya positif menggunakan zat terlarang. Ia pun diganjar hukuman larangan membalap selama 18 bulan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM).
Tetapi, pembalap berjuluk The Maniac Joe itu kini tengah mengajukan banding ke Badan Arbitrase Internasional (CAS) agar hukuman dibatalkan. Sebab, Iannone merasa dirinya tak bersalah atas kasus ini. Pihak FIM sendiri tengah mengakuinya dengan menyebut kandungan zat terlarang di tubuh Iannone tak sengaja terkonsumsi lewat kontaminasi daging.
BACA JUGA: Dikaitkan dengan Petrucci, Rivola: Aprilia Fokus ke Iannone dan Aleix Espargaro
Meski begitu, Rivola tetap khawatir Iannone tak bisa terhindar dari hukuman pada akhirnya. Tetapi, harapan terbaik tetap diutarakannya untuk Iannone. Persidangan pun diharapkan bisa segera dilakukan agar bisa memastikan nasib Iannone di tim.
“Ketakutan saya adalah WADA sedang mencoba menciptakan hukuman untuk menunjukkan bahwa peraturan ini penting dan FIM hanya menonton. Semua ini cukup mengkhawatirkan, mengingat kami berbicara tentang 18 bulan diskualifikasi,” ujar Rivola, sebagaimana dikutip dari GP One, Jumat (5/6/2020).
“Tetapi, saya mengambil pandangan bahwa WADA akan meminta empat tahun untuk Andrea (Iannone). Saya berharap persidangan paling lambat pada akhir Agustus dan tidak lebih lambat dari itu. Tentu saja, jika musim ini dihancurkan, kami tidak dapat menjamin semua ini akan memengaruhi yang berikutnya,” tukasnya.
(Ramdani Bur)