NOALE – Pembalap Tim Aprilia Gresini, Andrea Iannone, kini tengah dihadapi dengan situasi yang tak menyenangkan. Ia harus menerima hukuman berupa larangan membalap selama 18 bulan dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM) akibat kasus doping yang menyeretnya.
Hukuman ini sejatinya disayangkan oleh banyak pihak. Sebab, pihak FIM sendiri telah mengakui bahwa Iannone tak sengaja mengonsumsi zat terlarang yang masuk dalam kategori doping tersebut. Zat tersebut terkontaminasi lewat daging yang dikonsumsi Iannone sebelum menjalani tes di Malaysia.
Iannone sendiri tentu saja merasa kecewa dengan keputusan yang dikeluarkan FIM. Sebab, dengan hukuman ini, pembalap berjuluk The Maniac Joe itu dipastikan tidak bisa menjalani balapan di sepanjang MotoGP 2020.
BACA JUGA: Ducati Restui Kembalinya Andrea Iannone ke Pramac
Tetapi, Iannone mengaku enggan terus mengeluhkan situasi tak menyenangkan yang telah dialaminya tersebut. Sebab, hal itu dinilai Iannone hanya sia-sia karena tak bisa mengubah keputusan yang dikeluarkan oleh FIM.
“Saya belajar bahwa mengeluh tidak mengubah banyak hal. Sebaliknya, dalam kesulitan kami menemukan kilau. Selalu ada cara yang baik untuk mengeksploitasi setiap situasi dan menganggap kasus sebagai alasan tidak membenarkan siapa pun,” ujar Iannone, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Rabu (22/4/2020).
“Setiap saat adalah pelajaran. Setiap pukulan mengajarkan. Setiap hari adalah kesempatan. Di sofa, berhentilah bertanya pada diri sendiri tentang momen terbaik, momen nyata, ingatlah bahwa Anda harus memulai dari yang lain,” tukasnya.
(Ramdani Bur)