JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengatakan bahwa program latihan di pelatnas kembali berjalan normal setelah Lebaran. Meski begitu, kegiatan latihan tetap diakukan saat ini.
PBSI memutuskan untuk tetap mengadakan latihan di sela karantina tertutup di area Pelatnas Cipayung. Tetapi, program latihan diketahui berbeda karena tujuan utamanya hanya untuk menjaga kebugaran para atlet.
Pelatnas PBSI baru akan menerapkan program latihan intensif kembali usai Hari Raya Idul Fitri, tepatnya mulai 2 Juni 2020. Hal ini dilakukan karena para atlet akan menjalani program persiapan menuju turnamen pada saat itu.
BACA JUGA: Demi Jaga Kesehatan, PBSI Takkan Pulangkan Pemain dari Pelatnas Cipayung
Sebab, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sendiri diketahui menangguhkan turnamen hingga Juli. Keputusan tersebut diambil karena merebaknya pandemi virus corona di sejumlah negara saat ini.
"Latihan sekarang ini tetap ada, mencakup teknik dan fisik, tapi hanya untuk jaga performa, stroke akurasi saja. Porsi latihannya sekitar 40-50 persen saja, yang terpenting saat ini menjaga kesehatan atlet, jadi menyesuaikan dengan kondisi atlet, program sesuai arahan pelatih masing-masing sektor. Program latihan normal akan berjalan setelah Lebaran, semoga situasinya juga sudah normal kembali," ujar Susy, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat (10/4/2020).
"Atlet muda memang harus tetap latihan stroke dan akurasi, karena di bagian ini mereka masih belum matang, sehingga mereka harus lebih konsisten latihan, agar feel akurasi dan stroke-nya tidak hilang setelah lama absen turnamen dan latihan intensif," tukasnya.
(Ramdani Bur)