“Ketika saya terbang ke Qatar untuk tes pada 22 Februari, ada kurang dari 200 kasus yang dikonfirmasi di Italia. Sekarang sudah mencapai 2000. Mudah-mudahan kita bisa segara mengendalikan situasi,” tambahnya.
“Tetapi tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Amerika Serikat. Kami harus bersiap untuk melakukan perjalanan ke Texas. Tetapi, kami pasti tidak akan bisa merencanakan ini dalam dua minggu,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)