ALABAMA – Duel antara Tyson Fury vs Deontay Wilder berakhir anti-klimaks pada Minggu 23 Februari 2020 pagi WIB. Alih-alih disuguhkan pertarungan ketat, Tyson Fury justru menang TKO pada ronde ketujuh setelah tim Deontay Wilder menyerah pada pertarungan di MGM Arena, Las Vegas, Amerika Serikat (AS) itu.
Petinju berkebangsaan Inggris itu mulai di atas angin ketika berhasil memukul jatuh Deontay Wilder pada ronde ketiga. Setelah jatuh, pukulan petinju berpaspor Amerika Serikat (AS) tersebut mulai kacau. Ia lebih banyak berusaha menghentikan sejenak pertarungan dengan cara memeluk Fury.
Baca juga: Kalah dari Tyson Fury, Deontay Wilder Kesal Dipaksa Menyerah oleh Tim
Deontay Wilder mengaku kelelahan menjadi faktor utama kekalahannya, bukan 58 pukulan tepat sasaran dari Tyson Fury. Kostum yang dipakainya saat prosesi menuju ring yang terlalu berat, dituding menghabiskan staminanya sebelum tanding.
“(Pukulan) Fury sama sekali tidak membuat saya kesakitan. Namun, kostum tersebut terlalu berat buat saya. Saya masih memiliki tenaga di kaki pada awal pertarungan. Mulai ronde ketiga, kaki saya terasa lelah. Saya hanya sempat memakai kostum itu sekali sebelum duel dan tidak berpikir akan seberat itu,” papar Deontay Wilder, mengutip dari Russia Today, Rabu (26/2/2020).
“Beratnya mencapai 18 kilogram (kg) lengkap dengan helm dan semua baterai. Saya sengaja memakai itu untuk menghormati Black History Month,” sambung petinju berusia 36 tahun itu.
Keputusan itu ternyata berbuah fatal bagi Deontay Wilder. Tidak hanya menjadi bulan-bulanan Tyson Fury sepanjang tujuh ronde, ia juga harus kehilangan sabuk gelar juara kelas berat WBC yang kini disandang sang lawan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)