PARIS – Pembalap Tim Reale Avintia, Johan Zarco, mengaku sudah tahu sejak awal bahwa dirinya bakal gagal di KTM Red Bull pada musim MotoGP 2019 kemarin. Bahkan ia tahu hal tersebut ketika kompetisi belum bergulir. Tepatnya pada saat tes pramusim Valencia.
Zarco sudah tahu bakal gagal karena ia merasakan motor KTM ternyata sangat buruk, bahkan lebih buruk dari yang ia kira sebelumnya. Padahal Zarco sebelumnya sedikit optimis bisa meraih hasil yang baik bersama KTM di MotoGP 2018.
Baca Juga: Zarco Tegaskan Pindah ke KTM Red Bull Bukanlah Keputusannya
Akan tetapi, ketika pertama kali mengendarai motor RC16 Zarco langsung sadar ternyata kuda besi keluaran KTM itu benar-benar di luar ekspetasinya. Ia kesulitan untuk beradaptasi dengan motor pabrikan asal Austria tersebut. Apalagi banyak hal yang harus ia perbaiki dari motor RC16 agar sesuai dengan gaya balapannya.
“Apa yang yang kami (KTM) pikirkan ternyata lebih buruk daripada yang ditakuti. Kesimpulan pertama saya beragam. Awalnya sangat menyenangkan memiliki seluruh kru tim pabrik KTM di belakang saya. Saya melihat potensi untuk menciptakan sesuatu yang besar di sini,” ujar Zarco, mengutip dari Speedweek, Senin (20/1/2020).
“Tapi kegembiraan itu dipengaruhi oleh waktu beradaptasi saya, yang tidak datang dengan mudah. Kami harus mengubah beberapa hal di sepeda motor untuk mendapatkan dasar yang masuk akal. Itu normal ketika Anda datanf dari motor dengan filosofi yang sama sekali berbeda,” tambah pembalap asal Prancis itu.
Karena kesulitan itulah Zarco akhirnya menyerah dan berhenti dari KTM pada pertengahan MotoGP 2019. Menurutnya, sangat sulit untuk bisa memperbaiki motor KTM dalam waktu beberapa bulan saja. Jadi, ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan timnya tersebut.
(Ramdani Bur)