“Ketika saya berlatih pada Senin (13 Januari 2020), saya sedikit emosional setelah apa yang terjadi setahun lalu di sini. Saya cukup terkejut karena tidak lagi ketakutan untuk berada di sini. Salah satunya adalah karena saya senang dan mencintai Indonesia. Para penggemar bulu tangkis di sini membuat saya merasa seperti di rumah,” urai Carolina Marin, dikutip dari situs resmi BWF, Kamis (16/1/2020).
Gejolak emosi tersebut diakui perempuan berusia 26 tahun itu sempat membuatnya melakukan kesalahan-kesalahan tidak penting saat menghadapi wakil Thailand, Nitchaon Jindapol, di babak pertama, Rabu 15 Januari 2020. Beruntung, Carolina Marin segera bangkit dan fokus pada gameplan untuk menang 21-13 dan 21-15.
“Saya merasakan emosi yang bergejolak ketika menginjak lapangan pertandingan. Pada bagian akhir set pertama, saya sedikit gugup sehingga melakukan banyak kesalahan. Beruntung, saya bisa kembali fokus pada gameplan,” pungkas perempuan kelahiran Huelva tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)