Lin Jarvis: Yamaha Tak Perlu Jadi seperti Honda untuk Akhiri Dominasi Marquez!

Ezha Herdanu, Jurnalis
Sabtu 04 Januari 2020 06:40 WIB
Marc Marquez (Foto: motogp.com)
Share :

LESMO – Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengakui bahwa menjadi momok bagi timnya untuk bisa meraih prestasi tertinggi di kejuaraan dunia MotoGP dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, Jarvis menegaskan Tim Yamaha takkan melakukan perubahan ekstrim pada motornya, YZR-M1, untuk menghentikan dominasi Marquez di MotoGP.

Sebagaimana diketahui sejak debut di kelas MotoGP pada musim 2013, Marquez memang langsung menjelma sebagai salah satu pembalap papan atas dunia. Bahkan Marquez berhasil menyabet gelar juara dunia di tahun perdananya tampil di kelas MotoGP.

Sejak saat itu, Marquez pun menjadi salah satu pembalap tersukses yang pernah berkarier di MotoGP. Terhitung pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut sudah meraih delapan gelar juara dunia sepanjang perjalanan karier profesionalnya.

Situasi itu lantas memunculkan rumor bahwa para rival Tim Repsol Honda mulai melakukan perubahan pada karakter motornya masing-masing, termasuk Tim Yamaha. Ya, Tim Yamaha kabarnya bakal mengubah karakter YZR-M1 jadi lebih agresif layaknya RC213V milik Tim Honda untuk menghentikan dominasi Marquez.

Baca Juga: Quartararo atau Zarco yang Gantikan Posisi Rossi di MotoGP 2021?

Walaupun isu Tim Yamaha bakal menjadikan YZR-M1 lebih agresif langsung dibantah oleh Jarvis. Ia percaya bahwa dengan mempertahankan karakter motornya, Tim Yamaha tetap bisa mengalahkan Marquez di lintasan.

“Kehadiran Marc Marquez tak boleh diremehkan, karena ia adalah fenomena, talenta hebat, dan salah satu rider luar biasa yang tiba dalam sebuah era, seperti Vale dulu, begitu juga dengan Jorge. Jorge juara pada 2015 dengan gaya balap yang sangat berbeda,” jelas Jarvis, seperti dikutip dari Motorsport Total, Sabtu (4/1/20202).

“Jorge sangat halus, tepat, punya corner speed tinggi, tak brutal dan agresif, sementara itulah gaya balap Marc. Tapi konsekuensi gaya Marc adalah, ia memang mampu membuat Honda cocok dengan gayanya, tapi pembalap Honda lain jadi sulit menjinakkan motor mereka,” lanjutnya.

“Untuk mengalahkan kompetitor, Anda tak harus melalui jalan yang sama dan mengalahkan mereka dengan cara yang sama. Anda bisa mencoba alternatif lain, dan mungkin gaya yang lain, atau bahkan karakter motor yang berbeda.”

Baca Juga: Repsol Honda Bakal Kesulitan Pertahankan Gelar Juara di MotoGP 2020

“Jadi, Yamaha merupakan motor yang lebih berimbang dan lebih tepat. Kecepatan dan tenaga kami jelas masih tertinggal, tapi kami visi kami adalah mengalahkan Marc dengan cara kami sendiri, bersama skill para pembalap kami,” tuntas pria asal Inggris itu.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya