CASSOLE D’ELSA – Pembalap Tim Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, menyebut 2019 sebagai tahun yang sulit. Sebab, banyak hal sulit yang harus dihadapi pembalap asal Italia itu di sepanjang tahun tersebut.
Musim 2019 sendiri menjadi musim debut Bagnaia di MotoGP. Ia menjalani debut dengan bergabung ke tim satelit Ducati setelah berhasil meraih gelar juara di Moto2 pada musim 2018. Dengan status tersebut, harapan besar tentu saja digantungkan tim terhadap sosok Bagnaia.
BACA JUGA: Bagnaia Harap Bisa Lebih Konsisten Musim Depan
Sayangnya, jebolan Academy VR46 itu gagal memenuhi ekspektasi dari banyak pihak. Ia tampak begitu kesulitan beradaptasi dengan motor Ducati serta ajang MotoGP. Alhasil, penampilan yang kurang memuaskan kerap kali ditunjukkannya.
Bagnaia harus menyelesaikan musim dengan hanya bertengger di urutan ke-15. Torehan terbaiknya pada musim lalu hanya satu kali finis di empat besar. Dengan kondisi ini, Bagnaia pun berharap bisa mengukir prestasi yang jauh lebih manis di musim depan. Harapan ini disampaikan Bagnaia lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @pecco63.
“2019 adalah tahun yang sulit, dengan naik turunnya dan di samping banyak kesulitan saya juga membawa pulang kepuasan, tetapi itu tidak cukup. Itu adalah salah satu tahun di mana saya belajar lebih banyak dan tumbuh baik secara pribadi maupun profesional,” tulis Bagnaia di akun Instagram pribadinya.
“Dunia orang dewasa tidak pernah mudah. Terima kasih untuk semua orang yang menjadi bagiannya. Semoga sukses untuk kecepatan penuh pada 2020. Saya tidak sabar untuk memulai,” tutupnya.
(Ramdani Bur)