Jadi, jika sebelumnya di setiap pekan balapan ada tiga kali sesi, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu, maka Brivio mengusulkan adanya pengurangan. Brivio berharap nantinya sesi balapan hanya berlangsung Sabtu dan Minggu saja.
Menurut Brivio pengurangan hari itu bisa sangat membantu setiap tim dan juga tentunya para pembalap. Ia merasa hal itu bisa mengurang tingka stress dan lelah yang bisa ditimbulkan dari padat jadwalnya dari 22 balapan dalam satu musim tersebut. Jadi, Brivio berharap MotoGP bisa mempertimbangkan usulnya itu.
“Tentu saja, 22 balapan akan menjadi sangat sulit. Saya pikir sulit juga bagi pembalap, untuk menjaga konsentrasi dan menjaga tingkat 'stres', katakanlah melalui 22 balapan. Juga untuk kami semua, untuk Anda, untuk semua orang yang bekerja di sini karena itu menjadi periode yang sangat lama,” ucap Brivio, dilansir dari Crash, Sabtu (21/12/2019).
“Mungkin ide untuk mengurangi balapan akhir pekan, saya pikir itu bisa menjadi salah satu cara. Secara pribadi saya akan mempertimbangkan dan mengevaluasinya. Saya tidak tahu apakah itu mungkin atau tidak, tetapi saya pikir itu adalah sesuatu yang dapat kita pikirkan,” lanjutnya.
“Mari melakukan 22 balapan tapi mungkin kami harus mengompres jadwal balapan hanya menjadi Sabtu dan Minggu saja. Itu bisa menjadi salah satu solusi. Sebab kami memang harus menemukan solusinya,” tutupnya
(Fetra Hariandja)