PALMA – Joan Mir menyudahi perjuangannya di MotoGP 2019 dengan menempati posisi 12 pada klasemen akhir. Koleksi 92 poin yang dikumpulkan Mir di musim lalu membuat ia jadi rookie terbaik kedua setelah Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).
Performa Mir dapat dikatakan cukup apik bersama Suzuki Ecstars pada musim lalu. Akan tetapi, musim lalu tidak semuanya baik untuk Mir karena kecelakaan pada tes pascabalap MotoGP Republik Ceko 2019 di Sirkuit Brno memberikan pembalap berpaspor Spanyol itu mimpi buruk.
Setelah kecelakaan parah itu, Mir harus melewatkan dua balapan berikutnya yakni seri Austria dan Inggris. Mir mendapat anjuran dari dokter untuk beristirahat selama enam bulan untuk pulih total. Anjuran dokter ternyata tidak Mir turuti karena ia masih memiliki tanggung jawab untuk membalap di beberapa balapan tersisa pada musim lalu.
BACA JUGA: Brivio Ungkap Hal Positif dengan Tak Miliki Tim Satelit
Mir mengaspal kembali di balapan seri San Marino tetapi ia tidak bisa bernapas dengan leluasa. Cedera memar pada paru-paru Mir belumlah sembuh total tetapi ia tetap berusaha untuk terus membalap mulai dari hingga balapan terakhir yakni seri Valencia.
“Saya berjuang (dalam balapan), tetapi tidak di Valencia. Saya berjuang di Malaysia karena ketika suhu dan kelembaban sangat tinggi, saya kesulitan bernapas lebih daripada biasanya. Pada akhirnya, di Valencia, ini bukan masalah, (juga) di Australia, Jepang. Akan tetapi, untuk Thailand dan Sepang, ya,” kata Mir, melansir dari Motorsport, Jumat (20/12/2019).
“Sekarang kami punya waktu untuk pulih. Para dokter mengatakan cedera ini mungkin perlu enam bulan untuk pulih. Saya perlu lebih banyak waktu untuk bersiap-siap sampai pulih 100 persen karena mengalami cedera, kemudian kami langsung ke balapan Misano dan kami tidak pernah berhenti. Yang pasti, istirahat akan sangat baik bagi saya,” pungkasnya.
(Andika Pratama)