CASOLE D’ELSA – Pembalap Tim Pramac Ducati, Jack Miller, sampai saat ini masih setia menjadi rider tim satelit Ducati. Tercatat sudah dua musim pembalap asal Australia itu mengendarai motor pabrikan Italia tersebut.
Tentu Miller memiliki harapan yang besar dirinya bisa naik ke tim pabrikan dalam waktu cepat. Target utamanya adalah naik ke tim pabrikan Ducati. Tetapi, sebenarnya ia bisa saja pindah ke tim pabrikan lain jika memang ingin langsung dengan cepat terlepas dari status pembalap tim satelit.
Baca Juga: Jack Miller Berharap Punya Kesempatan Jajal Mobil F1
Akan tetapi, ternyata banyak hal yang pada akhirnya membuat Miller berpikir matang-matang untuk pindah ke tim selain Ducati. Sebab baginya, di era MotoGP yang sekarang membuat proses beradaptasi dengan motor tim pabrikan lain sangatlah sulit.
Miller memberikan contoh kasus yang terjadi dengan Jorge Lorenzo dan Johann Zarco. Ia menilai Lorenzo sangat kesulitan ketika harus beradaptasi dengan motor Ducati ketika baru datang dari Yamaha, begitu pun saat pada musim 2019 kemarin saat bergabung ke Repsol Honda.
Cerita yang sama juga berlaku untuk Zarco yang sangat kesulitan beradaptasi dengan motor KTM ketika dua tahun sebelumnya mengendarai motor Yamaha. Semua bukti itu tampaknya menjadi alasan mengapa Miller sampai saat ini belum juga pindah ke tim lain.
“Pada saat ini dalam sejarah MotoGP agak sulit untuk bertukar mesin seperti itu (seperti yang dilakukan Lorenzo dan Zarco), dan melompat dari pabrikan ke pabrikan lain. Itu sama sekali berbeda dari sebelumny," jelas Miller, dilansir dari Marca, Kamis (19/12/2019).
"Saya pikir Anda perlu dua atau tiga tahun (untuk beradaptasi), dan ketika Anda berbicara tentang mencapai usia 30, dua atau tiga tahun menjadi waktu yang lama, kecuali jika Anda adalah Valentino Rossi,” tambahnya.
“Hal itu sangat sulit karena yang paling penting adalah memahami bagaimana ban bekerja pada di setiap motor, bagaimana setiap motor bekerja, apa kekuatannya dan Anda tidak dapat melakukannya di tes musim dingin. Anda perlu balapan, Anda perlu pengalaman, dan agak sulit untuk melakukannya,” tutup rekan setim Francesco Bagnaia itu.
(Bagas Abdiel)