“Tujuan pertama saya di Jepang adalah mencoba untuk menyelesaikan balapan, karena setelah menjadi juara dunia, saya setiap tahun terjatuh di balapan berikutnya,” ujar Marc Marquez, dinukil dari laman resmi Honda Racing Corporation, Kamis (10/10/2019).
“Saya sudah mengatakan di Aragon bahwa tujuan utama adalah tetap finis di podium pada semua balapan tersisa. Harus diingat juga ada kategori konstruktor dan tim. Kami masih berselisih 19 poin dengan Tim Ducati di klasemen,” imbuh pembalap bernomor motor 93 itu.
Marc Marquez memang tidak asal bicara. Ia seakan terkena kutukan untuk gagal finis di balapan berikutnya setelah memastikan gelar juara, setidaknya pada dua kesempatan berbeda. Usai memastikan diri juara dunia 2014 di Jepang, ia gagal finis di seri berikutnya, Australia. Siklus itu kembali terjadi pada 2016, setelah juara di Negeri Matahari Terbit, Marquez kembali tidak finis di Sirkuit Phillip Island.
(Fetra Hariandja)