BURIRAM – Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, tidak pasang target muluk-muluk di MotoGP Thailand 2019. Por Fuera hanya ingin menyelesaikan balapan sekaligus mengeluarkan potensi terbaik dari motor Honda RC213V di Sirkuit Buriram pada 4-6 Oktober mendatang.
Sekadar informasi, pekan balapan MotoGP Thailand pada tahun lalu membawa kenangan buruk buat Jorge Lorenzo. Pembalap berusia 32 tahun itu harus absen setelah mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan bebas ketika masih membela Ducati Corse.
Baca juga: Lorenzo Bertekad Hapus Kenangan Buruk di Thailand
Banyak pihak menganggap kecelakaan parah itu menjadi awal dari penurunan karier Jorge Lorenzo di MotoGP. Betapa tidak, juara dunia tiga kali itu hingga kini belum mampu kembali ke performa terbaiknya, selain karena adaptasi dengan motor RC213V yang begitu sulit.
“Setelah balapan yang sulit di Aragon, saya berharap kami dapat menjalani pekan yang hebat. Selama sesi latihan, kami sudah menunjukkan kecepatan semakin bagus dan mengeluarkan potensi ini adalah tugas utama di Thailand,” kata Jorge Lorenzo, dinukil dari situs resmi Honda Racing Corporation (HRC), Rabu (2/10/2019).
“Saya benar-benar tidak sabar untuk menyelesaikan balapan di sana dan kami sudah melihat pada tahun lalu dari Marc bahwa motor RC213V sangat kuat di sirkuit ini,” imbuh pembalap bernomor motor 99 itu.
Karakter Sirkuit Buriram yang memiliki jarak tempuh 4,6 kilometer (km) per putaran itu memang cocok dengan karakter motor Honda. Dua trek lurus panjang yang tersedia usai tikungan pertama, bisa menjadi pertunjukan power mesin Honda RC213V yang sangat besar.
(Ramdani Bur)