ALCANIZ – Manajer Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, menyebut ban belakang yang sudah aus menjadi penyebab hasil buruk bagi Valentino Rossi dan Maverick Vinales di MotoGP Aragon 2019. Padahal, problem borosnya pemakaian ban belakang tidak ditemui pada sesi latihan bebas.
Maverick Vinales menjadi pembalap yang paling dirugikan dengan problem ban belakang tersebut. Betapa tidak, The Top Gun memulai balapan dari posisi tiga, tetapi perlahan mundur hingga akhirnya harus finis keempat alias hilang kesempatan naik podium.
Baca juga: Rossi: Saya Lebih Menderita dari Vinales dan Quartararo di MotoGP Aragon 2019
Sementara itu, Valentino Rossi juga harus puas mundur satu posisi saat finis meski memulai balapan dari urutan tujuh. Massimo Meregalli mengatakan, hasil tersebut sungguh mengecewakan karena Yamaha sempat melihat ada titik terang untuk meraih hasil maksimal di Sirkuit Motorland Aragon.
“Sebuah balapan yang sulit di luar prediksi kami. Maverick (Vinales) dan Vale (Rossi) menderita akibat degradasi ban belakang. Valentino sudah merasakannya di awal balapan, sementara Maverick baru jelang finis sehingga gagal naik podium,” tutur Massimo Meregalli, dilansir dari laman resmi Yamaha MotoGP, Selasa (24/9/2019).
“Kehilangan kans naik podium di putaran terakhir tentu saja menyakitkan. Padahal, kami tidak mengalami masalah degradasi ban belakang saat latihan bebas karena tidak punya kesempatan mengetes setelan untuk lomba,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.
Massimo Meregalli menduga, kondisi trek berubah dengan cepat akibat cuaca yang kerap berganti dari kering ke hujan dan kembali kering. Hasil tersebut memang sulit diterima, tetapi sisi positifnya, Yamaha menunjukkan perbaikan performa dibandingkan seri yang sama musim lalu.
(Fetra Hariandja)