MISANO – Pil pahit harus ditelan pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, di MotoGP San Marino 2019. Ia gagal menyelesaikan perlombaannya hingga garis finis lantaran terjatuh saat tengah melintasi tikungan di lap ke-22.
Kondisi ini tentu saja membuat Crutchlow merasa kecewa. Sebab, ia tentu saja berharap bisa mengantongi banyak poin dari balapan yang digelar di Sirkuit Misano, San Marino, pada Minggu 15 September 2019 malam WIB itu.
BACA JUGA: Finis Ke-6 di Misano, Dovizioso Akui Tak Cukup Cepat
Hal tersebut diharapkan Crutchlow, meski telah menyadari balapan tidak akan berjalan mudah untuknya. Ia mengaku sudah mendapat perasaan yang kurang enak dengan kondisi Sirkuit Misano sejak melakoni uji coba beberapa pekan sebelum balapan.
Perasaan ini pun terbukti dengan hasil buruk yang telah didapat Crutchlow sejak sesi kualifikasi. Alhasil, pembalap asal Inggris itu pun hanya bisa memulai perlombaan di seri ke-13 MotoGP 2019 dari urutan ke-14. Meski begitu, Crutchlow tetap berusaha keras untuk meningkatkan posisinya agar finis di tempat terbaik. Tetapi, usahanya tak berjalan mulus karena insiden yang dialami.
Kini, Crutchlow pun siap menebus hasil minor di Misano pada seri selanjutnya yang akan digelar di Sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu 22 September 2019 malam WIB. Hal ini diperlukan agar posisi Crutchlow bisa tetap aman di 10 besar klasemen sementara MotoGP 2019.
“Saya tidak punya perasaan baik selama uji coba dan begitu juga dalam lomba. Itu adalah kebenaran dan kenyataan. Tidak pernah jadi hal baik untuk tertinggal jauh dalam lomba. Saya pikir bisa mengatur balapan ini sampai akhir. Insiden yang membuat saya terjatuh itu benar-benar mengejutkan saya. Jujur, saya tidak berpikir bisa berguling di tikungan itu,” ujar Crutchlow, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Selasa (17/9/2019).
"Sirkuit itu sama untuk semua orang. Saya tidak diizinkan untuk mengeluh tentang itu atau tentang ban. Tidak ada yang punya perasaan baik di sini. Kami sekarang harus melihat ke balapan selanjutnya agar segalanya berjalan lebih baik di Aragon,” tukasnya.
(Djanti Virantika)