JAKARTA – Pengurus PBSI Sub Bidang Sponsorship, Alan Budikusuma, memberi komentar terkait dihentikannya Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis garapan PB Djarum, akibat desakan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Peraih medali emas Olimpiade 1992 itu menilai, dihentikannya Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis cukup memberikan ancaman kepada keberlangsungan pembinaan atlet olahraga tepok bulu di Indonesia.
Menurut Alan yang juga jebolan klub PB Djarum menilai, selama ini jarang ada pihak swasta yang bersedia menggelontorkan dana untuk pembibitan pebulu tangkis muda layaknya yang dilakukan PB Djarum.
"PB Djarum ini akan sudah hampir 50 tahun menelurkan atlet-atlet pebulutangkis muda. Mereka (atlet-atlet) itu berasal dari audisi beasiswa yang digelar di beberapa kota di Indonesia," ujar Alan Budikusuma kepada Okezone, Senin (9/9/2019).
Bahkan dari audisi yang diselenggarakan PB Djarum inilah, sejumlah nama atlet bulutangkis penyumbang emas Olimpiade maupun kejuaraan dunia selalu muncul.
"Selama ini tuntutan pemerintah ke PBSI saja bagaimana cabang bulutangkis bisa emas sebanyak-banyaknya. Lah kalau pencarian atlet untuk regenerasi yang dibiayai sponsor tidak boleh, harusnya (KPAI) memberikan solusi," keluhnya.