Menurut Broto, masih ada cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menyaring bibit-bibit baru pebulu tangkis Indonesia selain lewat audisi yang dilakukan klub. Pencarian bisa dilakukan lewat penyelenggaraan berbagai turnamen di daerah-daerah seluruh Indonesia.
“Jadi, kalau audisinya memang dihentikan, masih banyak yang bisa dilakukan untuk mencari bibit-bibit pemain. Contohnya, menggelar banyak kejuaraan di daerah-daerah. Kompetisi bulu tangkis semakin digalakkan. Dananya bisa dialihkan,” jelas Broto.
“Kedua, mungkin tim pemandu bakatnya PB Djarum itu bisa diterjunkan saja untuk melihat ke daerah-daerah kalau ada kejuaraan. Mereka bisa melihat bibit-bibit pemain dari mana saja. Tinggal dikirim beberapa pemandu bakat ke turnamen. Mereka bisa lebih jeli mencari dan memilih pemain yang kira-kira berbakat dan potensial untuk dibina untuk menjadi pemain nasional di masa depan,” tukasnya.
(Djanti Virantika)