“Saat ini saya tengah memikirkan apa yang terbaik untuk saya. Entah menjadi pembalap seutuhnya atau tetap menjadi test rider (Yamaha) dan mendapatkan wildcard, seperti yang dilakukan Stefan Bradl dengan Honda. Itu sungguh menggoda saya, karena banyak hal buruk bisa terjadi di Moto2,” ujar Folger, dilansir dari Motorsport, Minggu (18/8/2019).
“Risiko di Moto2 jauh lebih tinggi. Jika saya mencoba balapan di sana, mungkin saya bakal sulit mengimbangi para pembalap yang berada di depan. Namun, menjadi pembalap tes pun juga tak kalah sulit,” tambah rider asal Jerman itu.
“Karena itu saya harus menentukan pilihan, mau menjadi pembalap Moto2 yang memiliki banyak risiko dan menantang, atau justru menjadi pembalap penguji Yamaha dan berkesempatan membuktikan diri di balapan MotoGP melalui wildcard?” tutup Folger sambil kebingungan.
(Rivan Nasri Rachman)