PENGAMAT kontroversial MotoGP, Carlo Pernat, baru-baru ini mengatakan bakal menjagokan pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, di gelaran MotoGP 2019. Ia memilih Quartararo sebagai jagoannya di MotoGP sebagai bentuk kekecewaannya kepada para rider asal Italia.
Sebagaimana diketahui, Pernat yang merupakan warga negara Italia tentu sangat ingin melihat pembalap dari tempat kelahirannya menjadi juara dunia di MotoGP. Namun, dalam beberapa tahun terakhir nyatanya pembalap asal Spanyol yang justru mendominasi daftar pemenang di ajang balap MotoGP tersebut.
Terakhir kali rider Italia menjadi juara dunia MotoGP adalah pada musim 2009 yang lalu, di mana saat itu Valentino Rossi menjadi pembalap terakhir asal Negeri Pizza tersebut yang merengkuh prestasi itu.
Kini, sudah tak ada lagi pembalap Italia yang mampu meraih poin terbanyak di akhir musim kompetisi. Pernat pun tampaknya agak pesimis dengan para pembalap kelahiran Italia yang saat ini masih aktif di balapan MotoGP.
Sebut saja seperti Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha), Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati), Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), Andrea Iannone (Aprilia Gresini), Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), dan Francesco Bagnaia (Pramac Ducati). Keenam rider Italia itu dianggap Pernat tak cukup bisa untuk mengalahkan dominasi Marc Marquez (Repsol Honda) di ajang MotoGP.
Karena merasa tak ada pembalap Italia yang bisa, Pernat justru memilih untuk menjagokan Quartararo. Menurutnya, kedua orang tua Quartararo yang asli orang Italia bisa menjadi obat untuk rasa kangennya Pernat melihat pembalap negara kelahirannya tersebut menjadi juara. Jadi ia untuk saat ini Pernat menjagokan Quartararo dan menganggap rider itu sebagai orang Italia.
“Ada Fabio Quartararo, yang kedua orang tuanya merupakan orang Italia. Jadi, jikad ia jadi juara, mungkin kami bisa ambil fakta bahwa orang tuanya orang Italia!" ungkap Pernat, dilansir dari Paddock GP, Selasa (30/7/2019).
Wajar memang bila Pernat menjagokan Quartararo. Pasalnya meski berstatus sebagai rider pendatang baru, Quartararo mampu bersaing ketat dengan para pembalap senior seperti Marquez dan Dovizioso.
(Rivan Nasri Rachman)