Sebab, Petrucci beranggapan bahwa Lorenzo melakukan aksi nekat itu karena merasa terbebankan dengan kesulitannya selama membela Tim Repsol Honda.
“Lorenzo sangat agresif. Saya merasa dia ingin melakukan penebusan setelah kesulitan-kesulitan yang dia alami selama memperkuat Honda. Sebelum tikungan itu, saya memisahkan diri dengan cepat,” jelas Petrucci, seperti disadur dari GPOne, Senin (17/6/2019).
“Akan tetapi Valentino berhasil melewati saya, dan Jorge juga melaju sangat cepat. Saya mengatakan pada diri sendiri: apabila mereka dapat menikung, maka saya kembali ke pit dan gagal finis,” sambung pembalap berjuluk Petrux tersebut.
“Saya sangat menyesal untuk Vinales dan Dovizioso karena mereka tidak bisa apa-apa. Pada akhirnya, insiden itu membantu saya, tapi menjadi pukulan buruk untuk tim. Mereka (Tim Ducati) bahagia dengan hasil yang saya dapatkan, tapi tidak lazim. Saya bisa memahaminya,” tutupnya.
(Fetra Hariandja)